TAHUKAH ANDA? Bantu anak mengerjakan PR ternyata bisa hambat perkembangannya | SEBARKANLAH


Semakin rumitnya pelajaran yang dihadapi oleh seorang siswa telah memaksa orang tua untuk membantu mereka dalam mengerjakan PR. Hal ini terutama sering terjadi pada anak di kelas-kelas awal sekolah dasar. Hal ini terutama terjadi jika sang anak kelihatan benar-benar kesulitan dalam mengerjakannya dan bahkan tak jarang hingga sebagian besar PR dikerjakan oleh orang tua. Namun rupanya kebiasaan orang tua membantu anak dalam mengerjakan PR ini dapat sangat berbahaya bagi perkembangan anak.

Sebuah pekerjaan rumah merupakan sebuah tugas yang khusus diberikan bagi anak sebagai tanggung jawab yang dimilikinya serta untuk menambah pengetahuannya dalam pelajaran tertentu. Ketika sebuah tugas yang seharusnya dikerjakan oleh seorang siswa diambil alih atau dibantu oleh orang tua maka terjadi sebuah penyimpangan yang kelak dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan mereka.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan diterbitkan Journal of Social and Clinical Psychology mengungkapkan bahwa perilaku memberi bantuan terhadap anak dalam mengerjakan PR dapat menghambat perkembangan pengetahuan dan keterampilan mereka. Di sisi lain, tindakan yang dilakukan oleh orang tua tersebut juga dapat membuat anak merasa rendah diri dan tidak mampu dalam mengerjakan suatu hal.

Tidak jarang ketika membantu anak mengerjakan PR, orang tua akan memberi tekanan dan memarahi jika terdapat sebuah hal yang tidak diketahui anak mereka. Ketegangan yang muncul dari tindakan ini dapat menimbulkan tekanan yang semakin besar dalam perkembangan anak dan menimbulkan dampak hingga mereka dewasa.


Walaupun begitu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa peran orang tua dalam membantu mengerjakan PR juga tidak boleh begitu saja dihilangkan. Orang tua harus tetap membantu tetapi harus menyadari batasan dalam memberikan bantuan tersebut. Sebaiknya bantu anak dalam mengoreksi soal yang sudah dikerjakan serta memeriksa kembali yang sudah dia kerjakan.

Sumber: [merdeka.com]