Cara Mengatasi Teman Kerja Yang Menyebalkan? Baca Jurus Unik Berikut

Mengatasi teman kerja yang menyebalkan? Bagaimana caranya? Dengarkan pesan kakek berikut. Tapi yang jelas ini sama sekali berbeda dengan apa yang terjadi di perkampungan, saat terdengar laki bini ribut, kucing ikut mengeram dan anak-anak pun tak ketinggalan ikut bagian. Di sini lebih rame dan berpotensi konflik berkepanjangan,
Oke bagaimana kalau kita tinggalkan saja beliau yang teler itu dan langsung saja ke TKP?
  1. Mengatasi teman kerja yang menyebalkan JANGAN SECARA FRONTAL. Anda malah menambah masalah baru jika Anda terpancing emosi. Baik nasehati dia kalau bisa dan kalau Anda punya nyali, kalau tidak fokus pada pekerjaan Anda, toh apa yang Anda fikirkan itu yang Anda dapatkan. Jika terus-menerus dirongrong dengan hal-hal negatif Anda tidak akan maksimal berkarya. Fikirkan dan fokus pada kesuksesan Anda di masa mendatang.
  2. Buat kesibukan sendiri kalau pekerjaan Anda longgar, misalnya--kalau di kantor boleh dengar musik--putar headset Anda, kalau tidak mengajilah kalau Anda Muslim atau isi TTS, kalau asah otak membuat Anda pusing, berfantasilah, buatlah visualiasi positif bahwa menjadi wiraswasta mugkin lebih baik dari pada mengurus tetek bengek macam begini. Berbaurlah dengan orang-orang senang bergaul di sana--kalau ada.
  3. Tunjukkan prestasi. Sudah menjadi pakem cerita keseharian jagoan menang belakangan. Pertama dia disakiti terluka dan jatuh, yang paling penting adalah bagaimana Anda bisa membuktikan bahwa Anda bukanlah orang yang bisa diremehkan dan tidak perhitungkan sama sekali
  4. Jangan mendendam. Pada saatnya nanti kebencian yang dalam itu sirna selagi kita selalu menghiasi diri dengan postive thinking. Tidak ada manusia sempurna di atas muka bumi. Justru orang-orang yang membenci sesuatu secara ekstrim bisa jadi menyenanginya suatu saat nanti pada kondisi tertentu.
Ya, selalulah berada di posisi defensif dan preventif, karena itu lebih aman dibanding bersikap demonstratif dan provokatif.
    Jadi brur, sus, mengatasi teman kerja yang menyebalkan tidak perlu mendengarkan kata Wong E Dwan di atas. Dengarkan kata hati agan dan teruslah berkarya, setuju?