Cabut Gigi Menyebabkan Buta: Mitos!

Pernahkah sobat blogger mendengar informasi kalau cabut gigi menyebabkan buta? Informasi ini sudah lama kita dengar, bahkan di kalangan orang berpendidikan pun beredar informasi ini. Tidak dapat dipungkiri kalau mencabut gigi adalah suatu proses beresiko, bahkan di dalam dunia kedokteran gigi terdapat dokter gigi yang secara tegas menyatakan tidak akan menangani kasus pencabutan gigi dengan berbagai alasan.


Resiko dalam proses pencabutan gigi menyangkut keseluruhan proses, dimulai dari pemberian anestesi, proses pencabutan gigi (ekstraksi), sampai proses penyebuhan pasca tindakan.
Dilihat dari sisi anatomi, tidak ada keterkaitan langsung antara saraf mata dan gigi. Kedua saraf keluar dari otak dalam keadaan terpisah melewati jalur yang berbeda pula. Sehingga dapat dikatakan bahwa pencabutan gigi itu sendiri tidak terkait langsung dengan komplikasi yang melibatkan organ mata. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah adanya infeksi sebelum atau sesudah pencabutan gigi, dimana infeksi  menyebar sampai ke organ mata. Perlu ditekankan disini bahwa tidak hanya pencabutan gigi yang memiliki resiko seperti ini, setiap tindakan operatif pada daerah kepala memiliki resiko serupa.

Untuk mengantisipasi resiko infeksi, sebelum tindakan operatif apapun, termasuk daerah kepala, khususnya pencabutan gigi, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada infeksi dan peradangan disekitar area tindakan. Bila terdapat infeksi dan peradangan maka sebelumnya harus ditangani dengan pemberian obat. Setelah tindakan cabut gigi, diberikan juga obat sebagai antisipasi munculnya infeksi, mengingat infeksi sangat mudah menyebar melalui pembuluh darah yang terbuka.
Demikian informasi singkat mengenai mitos cabut gigi menyebabkan buta, semoga masyarakat dapat memahami informasi yang telah diberikan sehingga tidak memunculkan ketakutan tak beralasan terhadap proses cabut gigi ini.

Sumber gambar: www.medicalook.com