Cara Agar Cepat Dapat Jodoh Khusus Untuk Perempuan

Bagaimana cara agar cepat dapat jodoh, terutama untuk perempuan?

Siapa pun tak ingin menjadi perawan tua, menjadi "tak laku", tapi bagaimana pun juga cepat atau lambatnya seorang perempan dapat jodoh, selain ditangan Tuhan juga tergantung dirinya sendiri. Tuhan senantiasa bersama manusia yang berusaha, bersabar dan senantiasa belajar untuk bijak. Nah, yang terakhir perlu difahami lebih dalam lagi. Bijak, yaitu menyadari sesuatu setelah belajar dari suatu kesalahan di masa lalu.

Perempuan yang pada akhirnya menjadi perawan tua atau tidak laku, sangat tidak bijak jika sampai artikel ini ditulis di sini ia menyalahkan orang lain, dan tidak instropeksi diri. Pertanyaan publik yang muncul, "dulu kemane aje?" Saat belasan tahun sangat bergairah dan girang melihat lawan jenis dan masuk usia 2 puluhan mulai sinis ke lawan jenis. Terus pada akhirnya di kepala tiga hidup sangat merana, karena lawan jenis itu sudah kewalahan dengan penolakan dan tatapan sinis nona-nona, lagipun mereka mulai tidak suka yang keriput dan sensitif. Meskipun di balut kegimbaraan semu seperti lagu Oppie Andarista,"I'm singe and very happy." Itu semua bohong, nona-nona tidak bahagia. Karena jodoh tak kunjung datang akhirnya fokus ke karier dan akhirnya total membiarkan uban menggelayut dan nona-nona mengiri pada perempuan lain yang sudah beranak-pinak dan kelihatannya bahagia.

Bagaimana agar cepat dapat jodoh, kita perlu bertindak cepat. Yaitu mengambil langkah preventif. Kalau kebetulan nona-nona membaca artikel ini sudah berkepala tiga keatas, maka bukan saatnya lagi nona-nona masih meninggikan gengsi dan posisi nona-nona dan berburuk sangka kepada lawan jenis, siapa pun pria yang datang dalam hidup nona-nona.

Bagi yang belum masuk kepala tiga dan masih menjadi mawar yang ranum-ranumnya di usian 20 hingga 25-an perlu memperhatikan hal-hal berikut agar cepat dapat jodoh

  • Tuhan itu adil dan senantiasa menciptakan segala sesuatu itu berpasangan. Bukan hanya siang dan malam, laki dan perempuan, tinggi pendek, kurus, gemuk, tapi secara spiritual mencakup menghargai dan dihargai, peduli dan dipedulikan. Nah, mulai sekarang kurangi egoistis nona-nona untuk selalu ingin dihargai, dipedulikan, di dengar, diperhitungkan, di puja dsb. Nona-nona perlu menyeimbangkan hidup untuk juga peduli dan menghargai laki-laki dan jangan selalu percaya mitos lelaki itu penipu, penggombal dsb. Tidak semuanya begitu. Kalau itu yang senantiasa ada di kepala nona-nona, maka nona akan mendapatkan apa yang nona-nona pikirkan (Law of Attraction) 
  • Cepat buka pagar, lekas sadari jodoh nona-nona tidak bisa masuk selama nona-nona menjadi pribadi yang angkuh dengan memagari diri dengan kriteria-kriteria calon suami yang tidak masuk akal. Yang namanya jodoh itu sebenarnya menyatukan yang beda, misalnya mur dan baut, celana dan baju, kancing dan lobang kancing, bedak dan pipi, termasuk keras hati rendah hati, cerewet pendiam, pemalu ekspresif dsb. 
  • Buat target sebagaimana hidup itu perlu perencanaan. Jangan terlalu ribet dengan karier, jangan biasakan bilang mau menikah kalau sudah punya begini begini, sudah bisa begini-begini dsb. Usia wajar sudah harus menikah, jangan terlalu memilih yang super duper sempurna, tidak ada manusia sempurna. Yang penting belajar memahami lawan jenis dan biarkan dia belajar memahami nona-nona juga.
  • Kalau ketiga poin di atas sudah, maka berdoalah senantiasa agar segera cepat didatangkan jodoh. Yakinlah bahwa Tuhan itu sudah menciptakan pendamping yang sesuai untuk kita. Hanya saja manusia itu selalu merasa lebih tahu daripada Tuhan, melihat segala sesuatu dari kulit, dari awal pertemuan dan dari situlah dia cepat mengambil kesimpulan.